CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah

CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah
CO-Kurikuler Kelas 10 sebanyak 11 kelas Belajar Budidaya Sayuran Manfaatkan Lahan Sisa Masjid Belakang Sekolah

Ada cara unik dalam pembelajaran Co-Kurikuler di SMA 1 Klaten. Sebanyak 11 kelas dari Kelas 10 diajak untuk memperkenalkan budidaya tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan sisa yang ada di belakang masjid sekolah.

Program Co-Kurikuler ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan keterampilan bercocok tanam sejak dini. Lahan yang sebelumnya tidak terpakai dan hanya berisi sisa-sisa, kini disulap menjadi kebun sayur produktif yang hijau dan edukatif.

Konsep Kegiatan:

1. Dibagi Per Kelompok Per Kelas

Setiap kelas dari 11 kelas yang ada dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Masing-masing kelompok bertanggung jawab atas satu bedeng / petak kebun.

2. Belajar Langsung di Lapangan

Siswa diajarkan mulai dari pengolahan tanah, pembuatan bedengan, persemaian, penanaman, pemupukan organik dari kompos sisa, hingga perawatan dan penyiraman.

3. Jenis Sayuran yang Ditanam

Sayuran yang dipilih adalah sayuran jangka pendek dan mudah dirawat seperti kangkung, bayam, sawi, pakcoy, cabai, dan tomat.

4. Pemanfaatan Lahan Sisa Masjid

Lahan di belakang masjid sekolah yang sempit dimanfaatkan secara optimal dengan sistem bedeng dan polybag, sehingga tetap bersih, rapi, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Waka Kurikulum / Guru Pembina menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang karakter.

> "Kami ingin anak-anak belajar tanggung jawab, kerja sama, dan mencintai pangan. Mereka tahu bahwa sayur yang mereka makan berasal dari proses yang panjang. Lahan sekecil apapun jika dirawat bisa menghasilkan," ujarnya.

Hasil panen dari kebun Co-Kurikuler ini nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan Jumat Berkah, dibagikan kepada warga sekolah, atau dijual untuk kas kelas sebagai pembelajaran kewirausahaan.

Antusiasme siswa Kelas 10 sangat tinggi. Mereka terlihat kompak membawa cangkul, sekop, dan bibit dari rumah untuk ditanam bersama di kebun belakang masjid.

----

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0