Pemkab Klaten dan KPK Ingatkan Bahaya Gratifikasi: "Kelihatannya Manis, Tapi Bikin Nangis"

Pemkab Klaten dan KPK Ingatkan Bahaya Gratifikasi: "Kelihatannya Manis, Tapi Bikin Nangis"

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Komisi Pemberantasan Korupsi KPK kembali mengedukasi masyarakat dan ASN melalui *Pariwara Antikorupsi*. Kali ini fokus kampanye menyoroti bahaya gratifikasi yang sering dianggap sepele.

Dengan tagline "GRATIFIKASI? NAMPAK MANIS, TAPI RISIKO BIKIN NANGIS", poster edukasi ini mengingatkan bahwa gratifikasi yang awalnya tampak seperti hadiah kecil bisa berujung masalah besar.

"Kelihatannya cuma hadiah, tapi bisa jadi awal masalah. Jangan sampai manis sesaat berubah jadi nangis berat," demikian bunyi pesan kampanye tersebut.

Dalam visualisasi, KPK dan Pemkab Klaten menunjukkan dampak gratifikasi: mulai dari diperiksa, sanksi, pelanggaran kode etik, hingga pidana. Hal ini karena gratifikasi dinilai sebagai akar korupsi yang dapat:

1. Merusak Integritas

2. Mencoreng Nama Baik

3. Menghambat Prestasi

4. Melanggar Hukum

Gratifikasi sendiri bisa berupa parsel/hampers, voucher/diskon, uang, fasilitas perjalanan, penginapan, dan hadiah lainnya. Masyarakat dan ASN diminta untuk memahami ketentuannya sesuai Peraturan KPK Nomor 1/2026.

Maskot SIGI - Siaga Integritas mengajak semua pihak untuk "Tolak Gratifikasi, Upgrade Prestasi!"

Untuk mencegah dan menindaklanjuti, Pemkab Klaten menyediakan kanal pelaporan:

- Unit Pengendalian Gratifikasi di Inspektorat: 0851 2996 8864

- Lapor Mas Bup: 08 567 567 333

Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen "Bersama Lawan Korupsi, Wujudkan Klaten Cerdas Berintegritas".

#PariwaraAntikorupsi #PariwaraAntikorupsiKlaten #StopGratifikasi

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0